Jumat, 15 Agustus 2008

Tugas II

KAJIAN PENENTUAN LOKASI SOLO TECHNO PARK BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada dekade tahun 1990-an, Mendikbud waktu itu Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, melemparkan ide tentang program link and match pada dunia pendidikan. Ide tersebut intinya adalah bagaimana, output dari dunia pendidikan dapat terintegrasi dengan pasar tenaga kerja/industri. Bagaimana input dari dunia pendidikan sejak awal sudah didesain untuk link dengan sektor industri yang sinkron dengan jurusan mereka. Ide ini, dalam pelaksanaanya, belum optimal dan cenderung gagal, karena banyak faktor semata bukan hanya pada perbaikan lingkup dunia pendidikan, tetapi aspek perbaikan infrastruktur pendidikan berbasis teknologi nampaknya masih lemah. Bagaimana sektor pendidikan menengah kejuruan (SMK jurusan teknik), akan sulit beradaptasi dengan industri berbasis teknologi, karena dukungan infrastruktur praktikum teknologi sangat terbatas. Laboratorium-laboratorium pendidikan kejuruan sangat tertinggal jauh dengan aplikasi di sektor industri. Dalam Renstra Depdiknas sendiri telah menyusun strategi pengembangan sekolah kejuruan melalui :

- Mengembangkan mutu dan relevansi dan membina sejumlah SMK bertaraf internasional

- Perluasan dan Pemerataan akses dengan tetap memperhatikan mutu

- Meningkatkan manajemen SMK dengan menerapkan prinsip Good Governance. (Renstra Dit PSMK, 2005:8)

Lebih lanjut, untuk mencapai strategi tersebut dilakuakan beberapa upaya, untuk meningkatkan daya saing sekolah kejuruan melalui upaya-upaya :

- Pengembangan SMK bertaraf internasional yang menghasilkan tamatan yang memiliki jati diri bangsa

- mampu mengembangkan keunggulan lokal dan bersaing di pasar global

- Tujuan Kualitas pendidikan memiliki daya saing internasional (Renstra Depdiknas, 2005:67-69).

Beranjak dari kondisi di atas, Pemerintah Kota Surakarta telah berusaha bagaimana menjembatani output dunia pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi dapat linkage dengan sektor industri, dengan ide untuk mengembangkan suatu kawasan teknologi (Solo Techno Park) yang dapat mengintegrasikan berbagai kepentingan terkait dengan issue pengembangan dan aplikasi teknologi berbasis SDM yang kuat untuk yang mampu mendukung pangsa tenaga kerja di sektor industri dimediasi dengan stakeholder lain, apakah itu sektor pemerintah, investor dan masyarakat.

1.2 Permasalahan

Berdasarkan ketetapan Walikota Surakarta, maka lokasi geografis yang dipilih sebagai kawasan Solo Technopark adalah di wilayah Pedaringan yang sebagian telah digunakan sebagai terminal peti kemas dan pergudangan. Solo technopark akan dibangun pada lahan kosong seluas 7 hektar yang pada saat uforia reformasi (1998) dijarah oleh sekelompok warga untuk dijadikan hak milik, lokasi ini dianggap strategis karena dekat dengan kampus UNS dan STSI, tidak terlalu jauh dari pusat kota dan untuk mengembalikan tanah negara yang telah dijarah oleh sebagain warga tersebut.

Dari uraian diatas, maka permasalahan yang akan dijawab dalam penulisan tugas ini adalah, “Apakah secara ilmiah Ketetapan Walikota Surakarta terkait penentuan lokasi Solo Technopark telah tepat sehingga mampu mengintegrasikan kepentingan dunia pendidikan, dunia usaha dan Pemerintah Kota Surakarta ? “


1.3 Tujuan dan Sasaran

1.3.1. Tujuan

Tujuan penyusunan sistem informasi perencanaan ini adalah menetukan lokasi ideal bagi kawasan Solo Techno Park yang mengintegarsikan kepentingan dunia pendidikan, dunia usaha dan Pemerintah Kota Surakarta

1.3.2. Sasaran

Sasaran penyusunan sistem informasi perencanaan pemilihan lokasi kawasan Solo Techno Park adalah :

1. Memetakan kondisi pendidikan di Kota Surakarta, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi.

2. Memetakan sebaran industri di Kota Surakarta dan sekitarnya

3. Memetakan lahan-lahan potensial yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Surakarta

4. Memetakan penggunaan lahan kota surakarta (RUTRK) bagi sektor pendidikan dan industri

5. memetakan kondisi topografi lokasi potensi bagi kawasan Solo Techno Park

1.4 Ruang Lingkup

1.4.1 Ruang Lingkup Substansi

Ruang lingkup substansi yang dikaji dalam penyusunan sistem informasi perencanaan khususnya terkait dengan pemilihan lokasi bagi kawasan Solo Techno Park , meliputi :

a. Analisis teori lokasi bagi sektor pendidikan dan bisnis

b. Analisis terhadap konsep dan operasionalisasi kegiatan techno park

c. Analisis sistem informasi perencanaan berbasis pada GIS (Geographic Information System)

1.4.2 Ruang Lingkup Spasial

Ruang lingkup kewilayahan dalam penulisan ini adalah di wilayah administrasi Kota Surakarta secara umum

Tidak ada komentar: